Jawatan Benculuk lahan seluas 3,8 hektar yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Banyuwangi Selatan ini, sering disebut-sebut mirip dengan lokasi shooting The Lord of The Rings atau Hobbit yang ada di Selandia Baru. Bisa dilihat dari pepohonan yang berada disana dan juga sisa-sisa kayu jati yang tergelatak di tanah.
Hanya dengan Rp 3.000 saja, kamu sudah bisa menikmati pemandangan hijau dan cokelat yang begitu indah. Paduan hutan serba hijau ini akan mengingatkanmu pada beberapa adegan di film Hobbit. Belum lagi suasananya yang sepi membuat tempat wisata di Banyuwangi ini wajib dikunjungi.
Sama dengan tempat wisata Banyuwangi lainnya, Jawatan Benculuk ini juga banyak spot foto yang bisa diandalkan. Salah satu yang diminati para pengunjung adalah Rumah Pohon. Kamu juga bisa menikmati Jawatan Benculuk dari ketinggian, caranya kamu hanya perlu menaiki beberapa anak tangga. Dari sini kamu bisa menikmati keindahan Jawatan Benculuk dari ketinggian 10 meter.
Melihat kawah tentunya bisa dilakukan di setiap gunung berapi yang ada bukan? Tapi berbeda dengan yang satu ini. Dengan datang ke Kawah Ijen, kita akan disuguhkan dengan sajian mengagumkan yang hanya akan kamu temukan di dua tempat saja yaitu di Islandia dan Indonesia.
Ya, blue fire ini memang fenomena alam yang unik dan sangat langka. Fenomena alam ini hanya bisa kamu nikmati pada malam hari dan tentunya kamu harus menyusuri jalur pendakian selama kurang lebih 3 jam sebelum matahari terbit. Idealnya, kamu harus berangkat dari pos awal pendakian pukul 23.00 agar kamu bisa tiba di Kawah Ijen pukul 02.00 dan bisa menikmati sajian blue fire lebih lama sebelum akhirnya matahari memunculkan diri.
Ingat, kamu akan melakukan perjalanan jauh dengan jalur menanjak dilengkapi aroma belerang yang sangat pekat. Sebelum melakukan tracking, pastikan kamu menggunakan jaket tebal, sarung tangan serta masker pelindung. Jangan lupa juga untuk menjaga badanmu tetap hangat selama pendakian, karena jalur tracking cukup sulit kamu juga sebaiknya tidak terlalu memaksaskan diri.
Letak Taman Nasional Baluran ini masuk di desa wonorejo, kecamatan banyuputih, kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Sebenarnya, kawasan baluran ini terletak di perbatasan kabupaten Situbondo dan kabupaten Banyuwangi. Banyak orang menyebut Taman Nasional Baluran Situbondo, ada juga yang menyebut Taman Nasional Baluran Banyuwangi. Sederhana saja, karena lokasi taman ini lebih dekat ke Banyuwangi daripada kabupaten Situbondo sendiri.
Mari berjelajah di kawasan taman baluran. Secara terperinci, tempat wisata ini dibagi menjadi beberapa bagian dengan bentuk wilayah yang berbeda-beda. Hal ini yang menjadi keunikan taman baluran ini. Luasnya yang mencapai puluhan ribu hektar membuat kawasan ini seperti sebuah desa yang dihuni oleh berbagai macam satwa. Tempat yang alami ini sering digunakan oleh para ahli maupun mahasiswa untuk penelitian, penelitian ilmu pengetahuan alam, mengembangkan dan menunjang budidaya, selain tujuan utamanya sebagai tempat pariwisata untuk dikunjungi wisatawan. Bagi Anda petualang sejati, jangan lupa untuk menyempatkan waktu berkunjung Kawah Ijen dan Pulau Tabuhan. Anda juga bisa melakukan penelitian di kedua tempat tersebut.
Harga Tiket Masuk Taman Nasional Baluran
Biaya masuk Taman Nasional Baluran ini bermacam-macam, sesuai dengan situasi kondisi dan berdasarkan asal wisatawan. Selain tiket masuknya, biaya parkir juga diperhitungkan. Berikut rincian biaya masuk yang dipungut di Taman Nasional Baluran Jawa Timur.
Harga tiket masuk pada hari biasa (hari biasa terhitung mulai hari senin hingga hari jum’at)
Pengunjung domestik / wisatawan lokal : Rp.15.000 sedangkan Wisatawan manca negara : 10 kali lipat, yakni Rp. 150.000
Tarif parkir untuk hari tersebut :
Pengendara roda 2 : Rp. 5.000, Pengendara roda 4 : Rp. 10.000.00, dan Pengendara roda 6 (bus) : Rp. 50.000
Harga tiket masuk weekend atau hari libur (tanggal merah)
Wisatawan lokal : Rp. 17.500 sedangkan Wisatawan manca negara : Rp. 225.000
Tarif parkir untuk hari-hari tersebut, naik menjadi :
Pengendara roda 2 : Rp. 7.500, Pengendara roda 4 : Rp. 15.000, dan Pengendara roda 6 : Rp. 75.000
Destinasi Wisata di Taman Nasional Baluran
Beberapa pembagian wilayah tempat wisata Taman Nasional Baluran adalah seperti keterangan di bawah ini.
Hutan Musim
by instagram @ayodolan
Pertama kali Anda masuk Taman Nasional Baluran, Anda akan disambut dengan rimbunnya hutan musim. Wilayah ini dinamakan hutan musim karena tempat ini berubah sesuai musim yang ada. Pada musim penghujan, hutan ini akan terlihat rimbun dan menghijau, namun pada musim kemarau, hijaunya dedaunan tidak akan tampak, dan berubah warna menjadi kuning bahkan rontok, sehingga hutan musim akan didominasi warna coklat. Kawasan ini akan Anda lalui sejauh kurang lebih 5 kilometer.
Hutan Evergreen
by instagram @adinda1902
Di kilometer 6 sampai dengan 9, Anda akan dibawa ke kawasan hutan abadi atau dikenal dengan hutan evergreen. Hutan ini akan selalu terlihat hijau di sepanjang tahun dan sepanjang musim. Hutan evergreen terletak di atas tanah yang subur karena lapisan tanahnya yang selalu dibasahi air. Di tempat ini, terdapat aliran air atau sungai yang terus mengalir sehingga membuat kawasan evergreen ini terus tumbuh subur. Anda datang kapanpun ke tempat ini, Anda akan selalu disambut oleh warna hijaunya hutan evergreen.
Padang Rumput ( Savana Bekol )
by instagram @tasyanaa
Di sinilah surga Taman Nasional Baluran berada. Padang rumput yang terbentang luas di sejauh mata memandang. Hewan-hewan yang berkeliaran kesana kemari menjadi pemandangan indah tersendiri bagi pengunjung. Anda bisa menyaksikan padang rumput lebih jauh lagi melalui menara pandang. Menara setinggi 30 meter ini membantu Anda untuk melihat-lihat view dengan jarak yang lebih jauh. Keadaan rumput di padang savana ini menyesuaikan keadaan seperti pada hutan musim. Anda akan menjumpai rumput-rumput berwarna coklat dan gersang di musim kering, sedangkan pada musim hujan, rumput-rumput akan tumbuh subur.