Pasker_ZhedeNK_125

Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Januari 2020

Intip Keunikan Nasi Timbel Khas Sunda

Intip Keunikan Nasi Timbel

Intip Keunikan Nasi Timbel
Timbel merupakan makanan khas yang disiapkan dari rumah berupa nasi hangat yang baru saja matang dan dibungkus dengan daun pisang. Umumnya biasa dibawa para petani untuk bekal makan siang mereka.
Dream - Siapa tak kenal nasi timbel? Nasi khas Bandung ini bisa dijumpai di warung makan yang ada di pasaran. Tak jarang pula di restoran mahal juga menyediakan nasi berbalut daun pisang ini. Namun taukah Anda bagaimana nasi timbel itu ada? Bagaimana sejarahnya?
Awalnya nasi timbel merupakan bekal makanan yang biasa dibawakan untuk para petani makan di sawah. Timbel merupakan makanan khas yang disiapkan dari rumah berupa nasi hangat yang baru saja matang dan dibungkus dengan daun pisang. Panas yang berasal dari nasai akan membuat daun pisang akan sedikit matang. Nah tingkat kematangan akan menambah rasa nasi dan harum yang akan menggugah selera.
Daun pisang yang digunakan sebagai pembungkus akan menambah rasa pada nasi hangatnya. Nasi timberl biasanya disantap dengan kerupuk, emping atau petai. Untuk lauknya, seperti ikan asin, tahu goreng, tempeng goreng, ayam goreng. Tak lupa, sambal terasi dan lalapan jadi pelengkap menu khas Sunda ini.
Di Kota Bandung, santapan nasi timbel ini banyak dijajakan. Salah satu tempat makan yang cukup populer, ialah Kedai Timbel Dago. berlokasi di Jalan Ir.H.Juanda 117, bandung ini memang terkenal dengan nasi timbel yang harganya murah meriah. Dilengkapi dengan pemandangan Dago yang ramai, makan nasi timbel jadi semakin nikmat.
Anda yang ingin menikmati nasi timbel Kedai Dago bisa melalui jalan raya Cisaat. Anda akan menuju Jalan Ganesha kemudian masuk jalan Ir. H.Juanda. Selamat berwisata kuliner !

Share:

Sate Lilit Khas Bali, Kuliner Pulau Dewata yang Menjadi Favorit Wisatawan

Sate Lilit Khas Bali, Kuliner Pulau Dewata yang Menjadi Favorit Wisatawan

sate lilit khas Bali 2 1024x682 » Sate Lilit Khas Bali, Kuliner Pulau Dewata yang Menjadi Favorit Wisatawan

Liburan ke Pulau Dewata tidak akan lengkap kalau tanpa mencicipi sate lilit khas Bali. Sate ini memang sudah lama dikenal sebagai makanan khas Pulau Dewata. Mereka yang mencicipi kuliner khas Bali ini, tidak sebatas pada wisatawan lokal. Para turis mancanegara juga turut penasaran dengan kuliner yang satu ini.
Dari tampilan luarnya, sate lilit khas Bali memang memiliki perbedaan yang sangat mencolok dibandingkan dengan jenis sate lain. Sate ini memang menggunakan tusuk dari bahan kayu seperti halnya sate madura atau sate dari tempat lain. Hanya saja, sate ini terbuat dari bahan daging yang telah digiling.

Sate Lilit Khas Bali Simbol Kejantanan Pria Bali

Ada satu hal menarik yang bisa dikulik terkait keberadaan kuliner khas Bali ini. Bagi warga Bali, sate lilit bukan sekadar makanan yang disantap setiap hari. Keberadaannya ternyata lebih dari itu, bahkan secara khusus bagi para laki-laki Bali, sate lilit merupakan salah satu bukti kejantanan mereka.
Agak unik memang, tapi itulah fakta yang ada di Pulau Dewata sejak dulu. Alasannya, karena dalam proses pembuatan sate lilit Bali, semuanya dilakukan oleh seorang laki-laki. Pemrosesan tersebut dimulai dari pemotongan hewan sampai pemanggangan. Terkadang, ketika berlangsung upacara besar, pemanggangan sate lilit bisa melibatkan sekitar 100 orang laki-laki.

Hati-Hati, Sate Lilit Khas Bali Tidak Selalu Halal

Mencicipi sate lilit khas Bali boleh jadi merupakan aktivitas wisata kuliner wajib yang bisa dilakukan selama di Pulau Dewata. Namun, perlu diketahui, tidak semua sate lilit yang dihidangkan di tempat makan yang ada di Bali dibuat dengan bahan-bahan yang halal. Oleh karena itu, ketika akan menyantap makanan ini, sebaiknya pastikan terlebih dahulu kehalalannya, khususnya bagi traveler muslim.
Sate lilit di Bali bisa dibuat dengan beragam macam daging. Anda bisa menjumpai sate lilit yang terbuat dari bahan daging babi, daging sapi, daging ayam, daging ikan, ataupun daging kura-kura. Selanjutnya, daging yang sudah dalam kondisi digiling akan dicampur dengan bumbu yang terdiri dari santan, parutan kelapa, bawang merah, merica, serta jeruk nipis.
Setelah daging dicampur dengan bumbu, maka adonan tersebut akan dililitkan pada tusuk kayu yang tajam. Tusuk sate lilit biasanya memiliki penampang yang luas, dengan tujuan agar daging yang akan dipanggang tidak mudah lepas. Setelah itu, daging pun siap dipanggang untuk segera dihidangkan. Tidak begitu, sulit untuk membuatnya.
Untuk mencicipi sate lilit khas Bali, Anda juga tidak perlu repot dalam menemukannya. Karena dikenal sebagai kuliner khas Bali, sate lilit bisa dijumpai hampir di semua warung makan tradisional yang ada di Bali. Hanya saja, seperti yang telah disebutkan, pastikan terlebih dulu jenis daging yang dipakai untuk membuat sate lilit tersebut. Jangan sampai, kegiatan liburan bagi wisatawan muslim terganggu gara-gara memakan sate lilit dari daging babi.

sumber:https://www.kintamani.id/sate-lilit-khas-bali-kuliner-pulau-dewata-yang-menjadi-favorit-wisatawan-005525.html
Share:

Nasi Karak Kuliner Tradisional Menjadi Menu Makan Malam Di Situbondo

Nasi Karak Kuliner Tradisional Menjadi Menu Makan Malam Di Situbondo

Hasil gambar untuk masakan khas situbondo nasi karak

Kabupaten Situbondo, Jawa Timur selain memiliki makanan khas Nasi Sodu dan Tajin Palappa atau bubur bumbu rujak, ternyata juga memiliki makanan khas Nasi Karak atau makanan yang satu ini pada umumnya disebut nasi aking (nasi sisa yang diolah kembali).
Namun jangan salah, karena nasi karak ini bukan seperti nasi yang anda bayangkan bahwa nasi sisa yang sudah kering lalu diolah kembali. Tetapi nasi karak khas di Kota Santri ini tetap menggunakan nasi dari beras pada umumnya.
Bedanya, dalam proses memasak beras saat setengah matang dicampur atau ditaburi mengggunakan garam halus sehingga saat matang kondisi panas maupun dingin nasi tidak menggumpal.
Nasi karak menjadi menu makan malam bagi masyarakat di Kabupaten Situbondo. Oleh karenanya pemilik warung atau penjual nasi karak hanya membuka warung dan menjual mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB atau hingga dini hari.
Farida (45), salah seorang penjual nasi karak di Jalan Anggrek, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kota Situbondo mengatakan, dirinya menjadi penjual makanan khas nasi karak meneruskan dari nenek dan orang tuanya atau turun temurun.
“Nasi karak dari zaman dulu memang untuk menu makan malam, berbeda dengan makanan khas Situbondo lainnya seperti ‘tajin palappa’ dan nasi sodu sebagai menu sarapan pagi,” kata Farida.
Nasi karak ini dapat menggugah selera makan malam, bagaimana tidak, karena nasi putih yang saat proses memasaknya dicampur menggunakan garam itu, sebelum disajikan diatas nasi ditaburi parutan kelapa, dan lauknya ikan tongkol masak bumbu merah serta tempe dan tahu yang dipotong kecil-kecil.
Untuk mencicipi makanan khas Situbondo yang satu ini, anda tidak perlu bingung mencarinya, di sekitar perkotaan penjual nasi karak mudah didapat, karena penjual nasi karak kian terus bertambah.
Dalam satu porsi nasi karak, anda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam, cukup dengan Rp6.000, anda sudah bisa mencicipi makanan khas Situbondo yang menggugah selera ini.

Share:

Nasi Sodu Situbondo, Cita Rasa Legenda yang Sudah Ludes Jam 8 Pagi


Nasi Sodu Situbondo, Cita Rasa Legenda yang Sudah Ludes Jam 8 Pagi

Nasi Sodu Situbondo, Cita Rasa Legenda yang Sudah Ludes Jam 8 Pagi

Nikmat yang hakiki.

         - Nasi Sodu Situbondo, Cita Rasa Legenda yang Sudah Ludes Jam 8 Pagi jika dilihat sepintas, memang seperti tak ada yang spesial dari penampilan kuliner yang satu ini. Nasi ada kuahnya sedikit yang disiram seperti pakai sayur, lalu lauk ikan, dan kerupuk sebagai pelengkap meriahnya makan. Yaa dari penampakan sih 11:12 sama sepeti masakan rumahan yang sering dimasak Ibu.
Namun, jika Anda tahu ini adalah kuliner bernama Nasi Sodu khas Situbondo, Anda bisa dibuat tercengang dengan rasa yang disajikan, dan jika terlambat datang, Anda bahkan bisa nggak kebagian.
Waw, mulai penasaran kan, selezat apa ya? dan katanya gerai nasi Sodu ini bahkan hanya sanggup bertahan 5 jam. Kalau lebih dari itu kita dayang, ya kita nggak kebagian alias laku terjual.
Masyarakat setempat menyebutnya "Nase Sodu" atau "Nasi Sodu", kuliner khas Desa Awar-awar, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur ini menyuguhkan cita rasa yang istimewa.
Di Desa Awar-awar, nasi sodu biasa dijajakan di sepanjang Jalur Pantura Asembagus, atau sekitar 20 kilometer arah timur Kota Situbondo.
Mengutip Guideku, dijajakan sedari subuh, konon sekitar pukul 08.00 ke atas, nasi sodu sudah ludes tak bersisa.
Di pinggir jalan Pantura Asembagus, nasi ini dapat kita temukan dibanderol sekitar
 Rp ribu saja

sumber:https://www.suara.com/lifestyle/2019/04/24/190000/nasi-sodu-situbondo-cita-rasa-legenda-yang-sudah-ludes-jam-8-pagi
Share:

Subcribe Us

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support