Pasker_ZhedeNK_125

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Januari 2020

Puisi Cinta

Puisi Pendek Percintaan

Puisi Pendek
Cinta adalah anugerah paling luar biasa, tempat mencari kedamaian dan sekaligus pertentangan. Dalam kehidupan cinta ada senyum dan tangis yang silih berganti saling mengisi. Percintaan membuat seseorang menjadi penyair yang bisa menciptakan puisi pendek dengan rinci segala peristiwanya. Inilah contohnya:


1. Satu Kamu

Ah… bila lah mana
Manusia itu himpit menghimpit memenuhi bumi
Aku tidak merasakan keterbatasan dan dunia ku tetap akan luas
Berlarian dengan memeluk erat lengan mu
Mengitari bumi yang tidak begitu luas, ku rasa
Bila lah mana, matahari tetap diam dalam pelukan malam
Aku tidak akan melihat gelap, karena hidupku akan selalu terang
Bersama sinar matamu yang menjadi kekuatan
Meleburkan kesedihan untuk semua nanar yang aku tatap


2. Tergoda

Oleh sebuah pesan berantai yang berhenti di aku
Akhir cinta hanya untuk satu orang istimewa
Mengucapkan janji suci untuk sejenak meleburkan waktu
Sampai nafas terakhir hidupku telah terikat oleh janji
Satu selamanya ku rasa tidak akan pernah cukup
Bersama dahaga kian lara
Untuk sekali lagi, bolehkan aku mintakan kelonggaran
Berikan lagi dia, bagai permata
Kembang yang belum mekar sempurna
Untuk sekali lagi
Bolehkan aku minta tambah satu
Kepada momen saat ku curi kilatan mata yang menghentikan rotasi galaksi


3. Cerita Bersama Dia

Kenyang ku telan air mata yang aku keluarkan
Terlalu berisik mendengarkan tawa yang kita sengaja untuk menjadikan lebih keras
Lelah berusaha terlihat sempurna dalam dekap mu yang memang tanpa cacat
Ijinkan waktu melambat di sini
Detik terasa lama untuk aku mengatur nafasku kembali
Tepat di titik ini, sempurna seperti ini
Tubuh tambun yang menghangatkan suasana yang beku
Mengapa lah semua meski kisah ku bersamamu
Tunggulah, akan ku bunuh semua ragu
Maaf bila aku kembali dengan penuh luka dan tidak cantik lagi


4. Terakhir

Untuk kali ini mungkin semua tidak akan pernah terulang
Memohon, lutut itu bertekuk tidak untuk saat berikutnya
Itu adalah nya terakhir yang ku bagi dua
Maaf aku tidak bisa memberikan mu semua meski kamu terus meminta
Dengan mati aku tidak bisa lagi mencintai
Dengan mati aku tidak akan pernah bisa melindungi
Mati, tidak akan bisa memberiku waktu untuk memberi
Mati?
Itukah yang sebenarnya kau minta


5. Bangku Di Teras Rumahku

Pernah
Di kala senja memudar melebur menjadi kelabu
Di saat matahari sangat lelah hingga tak menemani kami untuk duduk dana berbincang
Kelebatan malam tidak lagi memberikan ultimatum ketakutan untuk surut ke belakang
Orang yang tepat. Hingga jendela tertutup tidak membuat aku turut masuk
Kursi di luar teramat nyaman dengan kamu di sampingnya
Pernah
Rasa sakit teramat berat hingga saat matahari masih ingin terduduk aku telah beranjak
Mencoba menyembuhkan luka, memercikkan kata mengerti untuk merajut kembali
Pernah
Tidak ada kau dan matahari, aku masih berlama di sana
Meneriakkan rindu
Kepada bayang bisu yang telah pergi


6. Kantong Remah

Berbahagialah
Kalian yang memiliki kantong utuh kebahagiaan tidak terbagi
Membawa tawa lekat dan tidak akan menjauh
Mengering air mata karena suka di setiap waktunya
Berbahagialah
Bila kantong itu bukan berisi remah
Tapi satu di dalam kesatuan hidup yang padu
Tidak menyeret beban tanpa peluh bercucur
Berbahagialah
Untuk sekantong penuh
Tanpa retak, tanpa koyak


7. Dalam Takjub

Aku tidak melihat yang sama
Ke pada ke dua permata yang bersinar sebagai pertanda
Tidak, aku tidak tertarik kepadanya
Hanya dua buah permata sama rupa
Kagum ku tidak terpaku pada bagian itu
Menyeluruh, lebih mengena
Tidak hanya pada dua bola mata
Namun,menilik sampai jauh pada hatinya

Share:

Puisi Alam

Puisi Pendek Bertemakan Alam

Puisi Pendek
Takdir hidup bersandingan dengan alam dari lahir sampai dengan meninggal, menjadikan manusia dan alam memiliki hubungan yang erat. Dalam praktek kehidupannya tidak selalu semua itu akan berjalan dengan mudah. Banyak masalah, rintangan dan bahkan kesan keserakahan dengan unsur materi. Berikut puisi pendek bertemakan tentang alam:


1. Hijau Ku Cinta

Pernahkah kau pahami tentang wangi saat gerimis membelai bumi
Rasa yang kuat seolah mengalun menyalami memberi damai
Pembawa harapan, menyinarkan keluh kesah
Padanya ada salam yang langit titipkan
Untuk mereka dengan tabah menguatkan sabar di setiap detik
Laju lembut, tak membiarkan satu lubang semut tanpa rejeki
Kau akan terpesona saat genangan hujan mulai surut
Terkumpul jauh hingga samudra luas
Bekas jejak subur adalah buang tangan


2. Tentang Mereka

Alkisah tentang mereka yang tidak lagi mengerti, ngeri menjadi di kala ambisi terus di isi
Dengan lahapan api, dengan mesin pemberani
Seperti tuli telinga yang dibawa sepanjang hari
Bisik angker tidak memundurkan tekat
Rupiah menjadi sesembahan  tuhan manusia yang sama
Tentang mereka dengan hati tak lagi peduli
Jiwa malang menjadi bergelimpangan mengakhiri suratan
Tertahan air mata akan mereka tumpahkan pada yang memberikan mereka hidup
Sesaat setelah iblis itu pergi


3. Atap Langit Berbintang

Berbaringlah aku pada tempat terdamai yang pernah aku singgahi
Dalam pakaian tercantik dengan wangi yang sangat senang untuk terus aku endus
Bila ada cermin mungkin tak akan aku menoleh langit
Terlalu sibuk dan takjub aku dengan apa yang menjadi milikku saat ini
Ini bukan malam perkawinan, aku mengerti
Gaun putih dengan riasan cantik meski tak nampak pantulanku di tanah hijau
Beratapkan langit berbintang satu-satunya saksi
Aku indah dalam kepungan peti mati


4. Malang

Bertahan dalam tanah tandus
Gerimis surga memberikan nafas sambungan yang tepat pada waktunya
Seketika kembali mencengkeram kejam bumi
Mencari perlindungan terkokoh menghindari sekarat kembali
Kemana rekan, kemana saudara
Hanya sendiri di tengah tanah gersang tidak berpenghuni
Tidak ada kumbang tidak akan nampak pelangi bunga
Tatapan mata adalah kuat ku, dan ku dapat dari bayangan ku sendiri pada pecahan kaca
Kemana suara tawa itu pergi
Aku menggeliat di tanah gersang tak ada yang menemani


5. Cerita Lama

Kala itu tak lagi langit memiliki rasa bahagia meski sedikit
Kabut seolah memiliki kuasa untuk mengisolasi
Jarak terbentuk pada kaum langit dan pertiwi
Semua yang keluar dalam mulut hanya terdengar kembali oleh sumber suara
Oleh penjagaan yang ketat, tidak ada yang melewati batas garis meski satu langkah saja
Beritanya itu soal ibu yang murka
Memuntahkan benci setelah sekian lama ia telan sendiri
Di tepi sebuah kubangan air, semakin menjadi lah amarah dan caci maki
Kabarnya cerita lama itu pun memberikan duka hingga ke negeri yang jauh di sana


6. Garang

Kejar-mengejar tanpa jeda
Mengular melewati semua yang bisa ia lenyapkan
Mengupas misteri dalam kotak sirkus tanpa lelucon
Mawar di tangan muncul duri dan melukai
Cerita ini soal dendam tidak hanya mengenai aku
Permohonan yang hilang tertelan rasa amarah yang lapar
Rata sudah kalian tidak ada
Aku kembali tenang seakan tidak terjadi apa-apa

Share:

Puisi Religi

Puisi Pendek Religi

Puisi Pendek
Sisi kehidupan agama merupakan sisi yang dimiliki oleh semua orang. Aspek religius menjadi hal utama pada setiap diri manusia. Ada banyak cerita suka duka yang akan terangkai dalam kehidupan di bidang religi. Semua itu akan tergambar pada puisi pendek berikut:


1. Menyerah

Cerita keteladanan membuat aku merasa mual
Semua kurasa sudah cukup, aku ingin memuntahkannya
Mual dengan apa yang ada padaku
Memuntahkan semua yang menjadi milikku
Bagaimana bisa?
Atau hanya aku yang tidak bisa
Terdiam bagai patung, mencerna tanpa memperoleh makna
Dalam satu atau dua, mati menjadi lebih terpuji
Belajar lebih banyak untuk  mengerti tanpa berkuasa atas diri sendiri


2. Butir Mutiara Dari Pendosa

Aku pendosa, hilangkan taat untuk khianat
Memilih pergi dari tinggal untuk mati
Naluri memaksa aku untuk tetap seperti koloni
Liar, brutal
Aku pendosa
Mengemis, dalam iba yang dipandang sebelah mata
Takut, kecil tidak berarti
Mengais ampunan dalam sisa yang begitu memuakkan
Aku pendosa
Menitikkan air mata mutiara dalam kalut hati penuh emosi


3. Hakim Maha Adil

Untuk siapa semua kerja dan susah payah
Kabarnya ada ganjaran berupa surga dan neraka
Hingga lelah tidak lagi dapat dirasa, hingga sakit tidak lagi bisa mempengaruhi
Mereka bermaksud apa dengan kerja keras dan susah payah
Katanya ada segunung harta yang menjadi perebutan semua manusia
Untuk apa bumi sibuk tiada henti
Kami memiliki peta hidup sendiri-sendiri
Tentang pahala dan dosa, kami tidak peduli
Hidup menjadi baik agar hidupmu baik
Yang maha adil melihat dari langit yang begitu tinggi


4. Menaklukkan Rasa Sakit

Dalam dunia yang gelap, nyatanya tidak semua memerlukan cahaya
Dalam hamparan yang bisu, tidak semua telinga memerlukan alunan merdu
Mata menjadi menyala kepada apa yang telah bulat terkunci anak panah
Sayup-sayup musik tidak lagi penting, dalam hati telah bernyanyi lagu-lagu cambuk diri
Untuk bersujud kami berjuang
Melawan mata peluru dan anak panah bermesin
Hanya untuk bertamu ke rumah Tuhan kami
Satu langkah mungkin saja kami hanya mendapatkannya hari ini
Gerakan kecil membangunkan moncong meriam memilih kepala-kepala menempel tanah
Seperti kesiaan kalian terus menabur  lelah memberikan sakit pada kaum kami
Tidak ada keraguan, tidak punya rasa takut, berdiri diatas duri, sujud meski meteor menghujani


5. Esok Hari

Bilakah kau bertanya esok seperti apa dunia?
Ia yang lelah, ia yang terlalu banyak menjadi saksi
Dunia yang bosan, manusia terus mengucapkan kemunafikan
Tiang renta terus tergeruk oleh serakahnya
Bila bumi dihancurkan, kami telah membaca
Gunung dan kapas berterbangan
Kandungan yang gugur, kami menjadi lupa diri karena ngeri
Ampunan telah tertutup, hanya penyesalan yang membuat kita sama
Bila lah mana matahari lupa akan garis edarnya
Kata ampun sudah tidak lagi bermakna


6. Dalam Bumi Gelap

Tersihir, semua tertunduk karena malu
Sesaat, untuk kemudian kembali terjaga dan bertelanjang
Menari, mengucapkan mantra-mantra
Terselubung, gelap beratap sinar dari api abadi
Pantas saja Tuhan menjadi murka
Dalam bumi gelap,suara tangis tidak menjadi satu-satunya bunyi
Duka bukan pula satu-satunya rasa
Dalam bumi yang gelap
Manusia menjadi Tuhan untuk diri mereka sendiri


7. Ampunan Kembali

Tidak pernah kecewa aku meminta, tidak akan pernah ada kecewa untuk mengiba
Permohonan kepada langit yang disampaikan senandung merdu kesunyian
Titik embun menyentuh kering untuk pertama kali
Memberikan pengharapan hidup pada gersang
Sebuah benih berakar pada mulanya
Topan kencang tidak akan lagi menggoyangkan
Kini kuat laksana gunung menjulang
Tidak ada doa yang terbengkalai dalam daftar terkabulnya
Untuk yang terbaik semua akan menjadi baik

Share:

Apa itu puisi?

Pengertian Puisi


Pengertian Puisi – Secara umum, pengertian puisi merupakan suatu karya sastra yang berasal dari ungkapan atau curahan hati penyair. Karya sastra ini dibuat berdasarkan ungkapan perasaan penyair.

Dengan bahasa yang indah dimana di dalamnya mengandung makna, irama, rima, matra dan bait. Berikut akan dijelaskan beberapa pengertian puisi menurut beberapa ahli serta berbagai seluk beluk di dalam puisi.

Pengertian Puisi Menurut Beberapa Ahli

Pengertian Puisi
Karya sastra puisi ini mempunyai berbagai definisi. Definisi-definisi tersebut berasal dari beberapa ahli yang menyampaikan pendapatnya. Nah, inilah beberapa definisi puisi dari beberapa ahli:

1. Usman Awang

Menurut Usman Awan, puisi bukanlah suatu nyanyian orang putus asa yang mencari ketenangan dan kepuasan dalam puisi yang ditulisnya.

2. Herman J. Waluyo

Pengertian puisi yaitu suatu karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan si penyair dengan cara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dalam pengonsentrasian sebuah struktur fisik dan struktur batinnya.

3. Putu Arya Tirtawirya

Pengertian puisi ialah suatu ungkapan secara implisit dan samar, maknanya yang tersirat, dimana kata-katanya condong pada makna konotatif.

4. Muhammad Hj. Salleh

Puisi ialah sebuah bentuk karya sastra yang kental dengan musik bahasa serta suatu kebijaksanaan oleh si penyair dan tradisinya. Karena semua kekentalan itu, sesudah puisi tersebut dibaca akan menjadikan kita lebih bijaksana.

5. Herbert Spencer

Puisi adalah suatu bentuk pengucapan gagasan yang sifatnya emosional dengan mempertimbangkan suatu keindahan.

6. Herman Waluyo

Puisi menurut definisi Herman Waluyo adalah karya sastra tertulis yang paling awal ditulis oleh manusia.

7. James Reevas

Puisi menurut definisi James Reevas adalah ekspresi bahasa yang kaya dan penuh daya pikat.

Share:

Subcribe Us

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support