Pasker_ZhedeNK_125

Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Januari 2020

Seruan Natal Damai Bergaung Dari Pesantren


Seruan Natal Damai Bergaung Dari Pesantren


Kapolres Pemalang mengunjungi Ponpes Ali Nur Fuadiah. (Foto: Liputan6.com/Polres Pemalang/Muhamad Ridlo)
kapolres Pemalang mengunjungi Ponpes Ali Nur Fuadiah. (Foto: Liputan6.com/Polres Pemalang/Muhamad Ridlo)

Menilik riwayatnya, pondok pesantren berperan sangat besar dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Di pesantren diajarkan ilmu, dialog, keterbukaan dan toleransi.
Peran pesantren ini penting lantaran Indonesia sangat majemuk. Tak jarang, dari pesantren muncul tokoh-tokoh agama berpengaruh dan kalangan terdidik menyuarakan pentingnya toleransi.
Kapolres Pemalang, AKBP Edy Suranta Sitepu menyadari pentingnya peran ulama, santri dan pesantren ini. Karenanya, ia bersama rombongan Polres Pemalang berkunjung ke Pondok Pesantren Ali Nur Fuadiyah yang berlokasi di Desa Purana RT 17/05 Kecamatan Bantarbolang,
Kunjungan ke pesantren ini ini merupakan bagian dari operasi cipta kondisi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Semua elemen, mesti bersama-sama untuk menjaga agar tercipta Natal damai, aman dan kondusif.
“Kami bersama rombongan bersilaturahmi ke Ponpes karena ingin mengenal lebih dekat para tokoh agama, ulama dan santri di Kecamatan Bantarbolang,” kata Kapolres, Selasa, 17 Desember 2019.
Edy mengatakan tanggung jawab untuk menjaga agar Natal damai, aman dan kondusif mesti didukung oleh semua kalangan. Peran ulama dan santri sangat besar untuk menjaga situasi tetap kondusif.
“Sehingga kami mohon kepada para tokoh agama dan ulama untuk terus berpartisipasi dalam penyelesaian permasalahan di lingkungan masyarakat,” ujarnya, dalam kunjungan dalam rangka cipta kondisi menjelang Natal dan tahun baru ini.

Share:

Kiai Muzakki Ridwan, Sosok Pengayom Penghafal Al-Qur’an

Kiai Muzakki Ridwan, Sosok Pengayom Penghafal Al-Qur’an


K.H. Muzakki Ridwan (62 tahun), Wakil Pengasuh Bidang Amaliyah Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo tadi malam meninggal dunia. Tadi pagi puluhan ribu santri, alumni, dan masyarakat mengantar kepergian beliau. Shalat jenazah dipimpin oleh K.H. Afifuddin Muhajir dan pembacaan talqin oleh K.H.R. Ach. Azaim Ibrahimy.
 Di Pondok Sukorejo sosok Kiai Muzakki, tak lepas dengan para penghafal al-Qur’an karena beliau pemangku Ma’hadul Qur’an Pondok Sukorejo. Menurut Kiai Muzakki, sebagaimana penuturannya kepada wartawan Assyarif (1996), gagasan pendirian Ma’hadul Qur’an berasal dari keinginan Kiai As’ad. Namun sampai Kiai As’ad wafat, keinginan tersebut belum tercapai.
 Keinginan Kiai As’ad tersebut kemudian direalisasikan oleh Kiai Fawaid, sebagai penerus estafet kepemimpinan Pondok Sukorejo, Kiai Fawaid mempercayakan kepada Kiai Muzakki untuk merealisasikan cita-cita Kiai As’ad tersebut. Pondok Sukorejo kemudian mendirikan Lembaga Tahfidzul Qur’an (LTQ) yang letaknya dekat kediaman Kiai Muzakki sekaligus mengangkat Kiai Muzakki sebagai mudir atau pemangkunya.
 Pendirian Lembaga Tahfidzul Qur’an pada tanggal 5 Mei 1991 dan diresmikan oleh K.H. Wahid Zaini, ketua Rabithah Ma’hadil Islamiyah (RMI) dan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo. Pendirian Lembaga Tahfidzul Qur’an dihadiri oleh para kiai dan ulama.
 Santri Pondok Sukorejo yang menghafal Qur’an, yang semula berada di bawah naungan Jam’iatul Qurro’ Wal Huffadz, kemudian berpindah asrama di Lembaga Tahfidzul Qur’an. Jam’iatul Qurro’ Wal Huffadz yang di Sukorejo berdiri pada tahun 1988 memang merupakan cikal bakal pendirian Lembaga Tahfidzul Qur’an. Lembaga Tahfidzul Qur’an kemudian tumbuh berkembang dan berubah menjadi Madrasatul Qur’an yang sekarang berubah lagi menjadi Ma’hadul Qur’an.
 Di samping terkenal sebagai pemangku Ma’hadul Qur’an, para santri Pondok Sukorejo dan masyarakat mengenal Kiai Muzakki sebagai kiai yang terkait dengan bidang keamanan pesantren. Dulu, beliau sebagai kepala bidang keamanan. Kemudian seiring dengan perubahan struktur pesantren, beliau menjadi wakil pengasuh bidang amaliyah (yang juga terkait dengan keamanan dan hubungan kemasyarakatan).
 Dan yang agak “aneh”, Kiai Muzakki termasuk orang kepercayaan almarhum Kiai Fawaid dalam bidang politik. Para politisi Situbondo, pasti mengenal akrab Kiai Muzakki karena kerap bertemu dalam kegiatan politik praktis. Agak “aneh” karena beliau barangkali bukan tipe politisi. Kiai Muzakki termasuk kiai “jalan lurus” yang tidak pandai “berkelit”, tidak pandai menelikung, dan “jujur apa adanya”. Beliau dikenal sebagai kiai “pemimpin doa”, yang menghindari berorasi. Kalau berdoa atau memimpim tahlil, suaranya merdu menyentuh hati.
 Namun justru dengan “kiai jalan lurus” itulah Kiai Fawaid termasuk mempercayakan dan “melibatkan” Kiai Muzakki dalam politik praktis. Beberapa kegiatan politik atau rapat-rapat yang terkait politik praktis, selalu ditempatkan di kediaman Kiai Muzakki.
 Dalam diri Kiai Muzakki memang terpancar “kewibawaan” sebagai kiai yang mengurusi ketertiban dan kedisiplinan santri, sosok yang mengayomi santri penghafal ayai-ayat suci Al-Qur’an, dan sosok kiai yang menjalin interaksi dengan para politisi. Barangkali, Kiai Fawaid mengajak Kiai Muzakki bergaul dengan para politisi, agar politisi yang mayoritas santri tersebut, tidak menyimpang dari nilai-nilai kesantrian dan di dada mereka tetap tertanam ayat-ayat Al-Qur’an. Sehingga para politisi membawa politik yang berketentraman, berkedamaian, dan berkesejukan menuju kemaslahatan umat
 sumber:http://sukorejo.com/2019/12/01/Kiai-Muzakki-Ridwan-Sosok-Pengayom-Penghafal-Al-Quran.html
Share:

Ikatan Pesantren Indonesia Imbau Sengketa Hasil Pemilu Diserahkan ke Konstitusi



Ikatan Pesantren Indonesia Imbau Sengketa Hasil Pemilu Diserahkan ke Konstitusi


Ikatan Pesantren Indonesia Imbau Sengketa Hasil Pemilu Diserahkan ke Konstitusi


Ketua Umum Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) KH Zaini Ahmad yang juga Pengasuh Ponpes Al Ikhlas Pasuruan Jawa Timur. Foto/Istimewa





JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) KH Zaini Ahmad menilai, Pemilihan Umum (Pemilu) serentak yang digelar 17 April 2019 lalu seyogyanya disikapi dengan jiwa lapang dada dan kedewasaan berdemokrasi. Apapun hasilnya, semua pihak harus sepakat menunggu hasil keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan mematuhi aturan dan mekanisme hukum yang berlaku.

"IPI mengimbau para elite politik yang terlibat dalam kontestasi pemilu sebaiknya mematuhi aturan yang berlaku di negara kita. Adapun jika ada hal-hal yang dinilai tidak sesuai dengan aturan, silakan kembalikan kepada mekanisme hukum yang berlaku misalnya dengan mengajukan persoalan tersebut ke Mahkamah Konstitusi," ujar Pengasuh Ponpes Al Ikhlas Pasuruan Jawa Timur yang akrab biasa di sapa Gus Zaini, dalam keterangan persnya,  
Gus Zaini mengatakan, IPI sendiri sangat mendukung dan mendorong agar penyelesaian setiap sengketa dalam pemilu diserahkan kepada Mahkamah Konstitusi (MK). Pihaknya berharap semua proses demokrasi berjalan dengan baik tanpa tercederai oleh tindakan-tindakan yang tidak terpu

sumber:https://daerah.sindonews.com/read/1401056/174/ikatan-pesantren-indonesia-imbau-sengketa-hasil-pemilu-diserahkan-ke-konstitusi-1556864329
Share:

Punya Kesamaan, Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Jalin Kerjasama dengan Universitas Al-Azhar


Punya Kesamaan, Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Jalin Kerjasama dengan Universitas Al-Azhar

Punya Kesamaan,  Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Jalin Kerjasama dengan Universitas Al-Azhar


Situbondo: Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, menandatangani kerjasama di bidang keilmuan dengan Universitas Al-Azhar Mesir. Penandatanganan dilakukan bersamaan dengan kegiatan akbar Haflah Ikhtitam wa al-Dirasah atau kegiatan akhir dari perkuliahan masa akademik 2017-2019 di aula pesantren, Rabu (3/7/2019).

"Ada lima poin kerjasama di bidang keilmuan diantaranya, tukar menukar Dosen, mahasiswa, kegiatan, beasiswa antara santri dan mahasantri yang berprestasi dan pengakuan status pendidikan oleh al-Azhar," kata Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, KHR Azaim Ibrahimy.

Cucu Pahlawan Nasional KHR As'ad Syamsul Arifin ini mengemukakan, saat ini al-Azhar memiliki hubungan diplomasi yang sangat kuat. Ketika al-Azhar memberikan pengakuan kepada lembaga pendidikan dalam hal ini pondok pesantren, maka secara otomatis, dunia internasional akan memberikan perhatian lebih.

"Ini dalam rangka mengembangkan apa yang kita kenal dengan sistem tradisional pondok pesantren untuk diakui secara luas," pungkasnya.

Sementara itu, Mantan Rektor Al-Azhar, Prof. Ibrahim Sholah Sayyid Sulaiman al Hud Hud menyambut baik kerjasama tersebut. Menurutnya, ada kesamaan keilmuan antara Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo dengan al-Azhar. 

"Banyak sekali kesamaan, khususnya dalam tiga hal," katanya dengan berbahasa Arab.

Tiga hal diantaranya, penyetaraan ijazah yaitu ijazah yang dikeluarkan oleh al-Azhar di Kairo dengan ijazah yang dikeluarkan oleh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo. Juga pertukaran mahasiswa dan pertukaran pengajar. 

Prof. Ibrahim Hud Hud mengaku, bahwa Universitas Al-Azhar membuka kerjasama dengan seluruh universitas di belahan dunia. Ia juga mengaku, semenjak berdiri, Universitas Al-Azhar selalu mengajarkan ilmu moderat kepada seluruh umat manusia.

Sedangkan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak yang juga hadir dalam acara wisuda Ma'had Aly mengapresiasi terobosan yang dilakukan pondok pesantren asuhan KHR Azaim Ibrahimy itu.

"Ma' had Ali adalah pendidikan berbasis pesantren yang disetarakan, diakui dengan universitas. Ini adalah terobosan bagi dunia pendidikan kita," ujarnya.

Ma'had Aly merupakan pendidikan yang memiliki kekhasan. Dimana kurikulum yang diajarkan berbasis pesantren dan kitab kuning. Dosen nya pun dari kalangan ulama dan kiai.

"Ini suatu aset bangsa kita. Tentunya, lulusan Ma'had Aly ini mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang punya tingkat keilmuan tinggi," katanya


Share:

Subcribe Us

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support